Hiki's Lifelog

Weeknotes: 30-2026

2 minutes read

Minggu ini terasa biasa-biasa saja buat saya. Setelah World Cup berakhir (selamat, Spanyol!), jam tidur saya belum kembali seperti biasanya. Saya baru tertidur pukul 2 atau 3 pagi, bangun sejenak untuk solat subuh di pukul 5-6 pagi, dan baru benar-benar terbangun di pukul 13 atau 14 siang hari.

Di hari Jumat dan Sabtu, saya datang ke kelas Engineering yang sudah berjalan lebih dari tiga bulan. Sejauh ini, saya merasa tak paham apa-apa tentang apa yang sudah saya pelajari. Materi yang disampaikan terlalu advanced buat saya yang otaknya pas-pasan ini. Tak ada satupun ilmu yang nyangkut di kepala saya. Saya ragu bisa lulus dari kelas Engineering ini. Jangankan lulus, mid-test yang rencananya diadakan minggu depan pun saya ragu bisa dapat nilai memuaskan.

Saat ini, saya masih melanjutkan baca buku The City and Its Uncertain Walls Karya Haruki Murakami, buku yang saya pinjam di perpustakaan umum. Buku yang cukup tebal, sekitar 430 halaman. Di hari saya tak datang ke kelas Engineering, saya menyempatkan baca buku ini dengan pace 50 halaman per hari. Dan sampai dengan saat ini, saya telah membaca kurang lebih setengah dari isi keseluruhan buku ini.

Selain datang ke kelas serta baca buku, di minggu ini saya menonton beberapa dokumenter dari NHK yang berjudul A Century on Film, salah satu dokumenter yang saya suka dari NHK, bukan karena saya suka dengan sejarah, namun lebih karena saya ingin tahu lebih mendalam mengenai apa yang terjadi hingga seabad belakangan ini, terutama pada zaman Perang Dunia kedua, yang menurutku adalah tragedi terbesar dalam sejarah umat manusia. Dan dengan menonton dokumenter ini pula saya berharap para pemimpin dunia sekarang (terutama dari negara besar) tak melakukan hal yang sama atau bahkan lebih buruk di masa kini maupun masa yang akan datang.

Sekian Weeknotes di minggu ke-30, tahun 2026.

Sampai jumpa di Weeknotes selanjutnya.

100 Days To Offload: Day One

3 minutes read

Secara tak sengaja (melihat federated timeline di Fedi), saya menemukan seseorang berhasil menyelesaikan 100 Days To Offload challenge-nya di tahun ini, dan share pencapaiannya. Buat yang belum tahu apa 100 Days To Offload challenge, di challenge ini, seorang blogger menantang dirinya sendiri untuk menulis 100 blog post dalam kurun waktu setahun. Saya pertama kali melihat challenge ini saat saya masih menulis blog di write.as beberapa tahun yang lalu, dan baru tahu detailnya saat membaca situs ini di awal minggu ini.

Sebetulnya, challenge ini bisa dikatakan cukup mudah. Anggaplah begini: dalam satu tahun ada 52 minggu. Dengan menulis blog dua kali seminggu saja, sudah bisa menghasilkan setidaknya 104 blog post (jika konsisten dan tak malas).

Dan entah kenapa saya tertarik untuk ikut challenge ini, di tahun 2026 yang kurang dari enam bulan lagi akan berakhir. Kalau dihitung secara kasarnya, untuk menyelesaikan challenge ini di tahun ini, saya harus menulis setidaknya lima tulisan setiap minggunya.

Kemudian, saya berpikir: "Apakah saya bisa menyelesaikannya?", atau "Apakah saya punya ide tulisan setiap harinya hingga akhir tahun?"

Lalu, saya pun kembali membaca deskripsi dari situs https://100daystooffload.com berikut:

Posts don't need to be long-form, deep, meaningful, or even that well written. If there are spelling and grammar mistakes, or even if there's no real point to the post, so what? What's important is that you're writing about the things you want to write about.

Your posts could be how-to guides, or links to another post you have found interesting. They could include your own thoughts about that post, or a response to it. It could be a simple update about what you have done that day. Tell us about your dog, your cat, your fish tank, or whatever hobbies you have. Someone will find it interesting.

Tak apa menulis pendek, tanpa makna, bahkan jelek sekalipun. Tak perlu menulis sempurna selama 100 hari berturut-turut. Yang penting: Just.Write.

Sampai saat ini, yang terpikir adalah saya akan kembali menulis Weeknotes setiap minggunya di akhir pekan, serta empat post lainnya dengan tema sedapatnya saat itu juga, atau dapat di tempat lain, seperti Pinterest atau Revospring.

Melalui tulisan ini, 100 Days To Offload challenge untuk tahun 2026 buat saya pun dimulai.

Berjuang!

Hello!

~1 minute read

Halo dan salam kenal bagi kalian yang membaca postingan pertama saya ini.

Perkenalkan, saya Hiki, dan ini adalah blog saya yang entah sudah ke berapa. Mungkin sudah belasan kali saya buat blog.

Kegiatan saya sehari-hari biasanya adalah mendengarkan lagu, apapun genre-nya, sambil mengutak-atik laptop (atau smartphone), atau membaca light novel. Jika sedang tidak mendengarkan lagu, saya biasa bermain games PSP atau Nintendo DS, menulis kartu pos, belajar bahasa asing—atau apapun yang belum saya pelajari dan penasaran untuk mempelajarinya.

Sekian atas perkenalan singkatnya. Terima kasih banyak sudah membaca tulisan ini sampai selesai.

Sampai jumpa di tulisan saya selanjutnya.