Hiki's Lifelog

Weeknotes: 33-2026

~1 minute read

Di minggu ini, saya pergi ke psikiater untuk kontrol bulanan. Tentu saja, saya menyampaikan semua uneg-uneg saya selama sebulan terakhir: kesulitan tidur di malam hari, keinginan untuk mengundurkan diri dari kelas Engineering, rasa duka atas kehilangan Bapak yang muncul kembali, hingga keinginan mengakhiri hidup. Saya sampaikan semua hal tersebut hingga mata saya berkaca-kaca, karena tak tahu harus bagaimana menjalani hidup dengan semua perasaan tersebut. Setelah menyampaikan semuanya, saya merasa sedikit lega, dan dokter pun juga mendengarkan cerita saya dengan penuh minat (dan sesekali memberi saran). Selain pergi ke psikiater, hal utama yang saya lakukan adalah saya izin kelas Engineering sebanyak dua pertemuan dengan alasan sakit (kondisi mental terpuruk bisa dibilang sakit, bukan?) dan menghabiskan sebagian besar waktu dengan mendengarkan lagu sambil rebahan (dan bengong).

Lalu, di minggu ini saya menghabiskan dua light novel, yaitu The Amazing Village Creator: Volume 4 dan Campfire Cooking in Another World with My Absurd Skill: Volume 17. Novel ringan yang dapat saya selesaikan kurang dari sehari. Bagaimana dengan buku Teka-Teki Rumah Aneh atau Strange Houses yang saya pinjam? Belum saya sentuh sama sekali.

Sekian Weeknotes di minggu ke-33, tahun 2026.

Sampai jumpa di Weeknotes selanjutnya.

Weeknotes: 32-2026

~1 minute read

Singkat saja.

Di awal minggu, saya kembali bermain Stardew Valley sebagai pelampiasan karena tak bisa mengerjakan UTS dengan baik. Saya buat karakter baru, dengan tipe kebun yang berbeda dari sebelumnya. Ya, saya mulai dari awal lagi, dari tahun pertama. Singkat cerita, saya bermain Stardew Valley hingga akhir pekan. Lalu, di hari Jumat saya memasang SSD bekas ke STB lalu saya sambungkan ke Navidrome. Sekarang, Navidrome saya dapat menampung lagu hingga 100 GB lebih (yeay!). Soal kondisi mental, tidak bisa dibilang baik. Saya terkadang masih kepikiran soal mencari pekerjaan, cara mengakhiri hidup, dan Bapak yang sudah tiada. Selain itu, jam tidur saya makin rusak, dan menyebabkan banyak kegiatan harus saya batalkan secara sepihak karena hal tersebut.

Selain dua hal tersebut, di minggu ini pula saya telah selesai baca buku After the Quake, karya Haruki Murakami. Kumpulan cerita pendek yang cukup menyenangkan. Setelah selesai baca di hari Selasa, saya pun mengembalikan buku tersebut dan kembali meminjam buku yang lain. Buku yang saya pinjam pada minggu ini adalah Teka-Teki Rumah Aneh atau Strange Houses, karya Uketsu. Selain buku ini, saya pun membaca buku karya Lin Yi-Han yang berjudul Fang Si-Chi's First Love Paradise.

Sekian Weeknotes di minggu ke-32, tahun 2026. Sedikit sekali kegiatan saya, bukan?

Sampai jumpa di Weeknotes selanjutnya.

Weeknotes: 31-2026

2 minutes read

Di minggu ini, salah seorang dari keluarga besar (om saya) menghembuskan nafas terakhirnya. Ia wafat dengan raut tenang, didampingi oleh keluarga.

Saat mendengar kabar ini, saya dan Ibu langsung menangis, karena om adalah orang yang baik sekali. Tak hanya itu, mendengar kabar ini juga, mengingatkan saya pada Bapak yang wafat pada Mei lalu. Rasanya, tahun ini banyak kabar duka datang dari keluarga besar, mulai dari nenek di rumah sebelah (yang juga keluarga besar saya) yang wafat pada bulan April lalu, lalu Bapak sebulan kemudian, kemudian salah satu kakak dari keluarga besar juga wafat pada dua minggu yang lalu, serta om saya.

Lalu, seminggu belakangan ini kehidupan saya hanya berkutat dengan belajar untuk UTS pada kelas Engineering dan mencoba memperbaiki jam tidur.

Di minggu ini, jam tidur saya masih berantakan. Ada kalanya saya bisa tidur sebelum pukul 22 malam, dan ada kalanya saya baru tertidur pada pukul 2 pagi. Mengenai UTS, dari skala kesulitan 1 sampai 10 (1 untuk sangat susah dan 10 untuk sangat gampang), mungkin ada pada nilai 4. Soal pilihan ganda saya banyak melakukan kesalahan, dan soal esai hanya jawab sekenanya (mungkin bisa dibilang, apa yang terlintas di kepala, itulah yang saya tulis). Intinya UTS kali ini rasanya payah. Entahlah, apakah saya bisa lulus dari kelas Engineering ini atau tidak.

Lalu di minggu ini, saya telah selesai baca buku The City and Its Uncertain Walls Karya Haruki Murakami. Buku ini langsung masuk ke dalam top 5 buku terbaik dari Murakami versi saya. Saat ini saya sedang membaca buku After the Quake, juga dari Haruki Murakami. Buku yang termasuk tipis, namun sampai hari ini saya masih belum dapat menyelesaikannya.

Sekian Weeknotes di minggu ke-31, tahun 2026.

Sampai jumpa di Weeknotes selanjutnya.

Weeknotes: 30-2026

2 minutes read

Minggu ini terasa biasa-biasa saja buat saya. Setelah World Cup berakhir (selamat, Spanyol!), jam tidur saya belum kembali seperti biasanya. Saya baru tertidur pukul 2 atau 3 pagi, bangun sejenak untuk solat subuh di pukul 5-6 pagi, dan baru benar-benar terbangun di pukul 13 atau 14 siang hari.

Di hari Jumat dan Sabtu, saya datang ke kelas Engineering yang sudah berjalan lebih dari tiga bulan. Sejauh ini, saya merasa tak paham apa-apa tentang apa yang sudah saya pelajari. Materi yang disampaikan terlalu advanced buat saya yang otaknya pas-pasan ini. Tak ada satupun ilmu yang nyangkut di kepala saya. Saya ragu bisa lulus dari kelas Engineering ini. Jangankan lulus, mid-test yang rencananya diadakan minggu depan pun saya ragu bisa dapat nilai memuaskan.

Saat ini, saya masih melanjutkan baca buku The City and Its Uncertain Walls Karya Haruki Murakami, buku yang saya pinjam di perpustakaan umum. Buku yang cukup tebal, sekitar 430 halaman. Di hari saya tak datang ke kelas Engineering, saya menyempatkan baca buku ini dengan pace 50 halaman per hari. Dan sampai dengan saat ini, saya telah membaca kurang lebih setengah dari isi keseluruhan buku ini.

Selain datang ke kelas serta baca buku, di minggu ini saya menonton beberapa dokumenter dari NHK yang berjudul A Century on Film, salah satu dokumenter yang saya suka dari NHK, bukan karena saya suka dengan sejarah, namun lebih karena saya ingin tahu lebih mendalam mengenai apa yang terjadi hingga seabad belakangan ini, terutama pada zaman Perang Dunia kedua, yang menurutku adalah tragedi terbesar dalam sejarah umat manusia. Dan dengan menonton dokumenter ini pula saya berharap para pemimpin dunia sekarang (terutama dari negara besar) tak melakukan hal yang sama atau bahkan lebih buruk di masa kini maupun masa yang akan datang.

Sekian Weeknotes di minggu ke-30, tahun 2026.

Sampai jumpa di Weeknotes selanjutnya.