Hiki's Lifelog

Mengirim Kartu Pos Kembali

2 minutes read

Sekitar dua tahun yang lalu, saya memutuskan untuk berhenti sejenak kirim kartu pos. Ada beberapa alasan: karena saya sering ke daerah terpencil pada saat itu, tarif kirim kartu pos antarkota dan antarnegara yang makin mahal, serta pengalaman buruk dengan seorang petugas kantor pos dekat rumah (walaupun saya sebetulnya bisa ke kantor pos lain).

Namun, beberapa waktu yang lalu, saya kembali lagi dengan kegiatan kirim-mengirim kartu pos ini. Alasannya sederhana: karena waktu luang sangat banyak (hanya bepergian sesekali saja, itupun hanya beberapa hari), dan tak tahu harus melakukan apa semenjak Bapak wafat (kesepian sangat di rumah bersama Ibu). Namun, berbeda dengan sebelumnya dimana saya biasanya kirim kartu pos dalam jumlah banyak dalam sekali kirim, kali ini saya menargetkan hanya kirim paling maksimal dua kartu pos setiap minggunya. Tak lebih.

Dan tiga minggu yang lalu, saya pun mengaktifkan kembali akun Postcrossing saya dan tarik satu demi satu alamat, setiap minggunya.

Saat saya kembali datang ke kantor pos dekat rumah saya, suasananya jauh lebih sepi dibandingkan dua tahun yang lalu. Kantor pos dekat rumah saya memang terbilang kecil, namun saya tak menyangka petugasnya hanya ada dua orang sekarang. Dan petugas yang pernah marah-marah kepada saya sudah tak ada lagi, mungkin sudah pensiun.

Selain mengirim kartu pos pakai bantuan Postcrossing, saya juga mengirim satu kartu pos pada seorang teman, memberi kabar bahwa saya aktif lagi mengirim kartu pos (walau tak seintens dulu).

Saat ini, saya sudah kehabisan kartu pos serta perangko (karena pada awalnya stok saya memang sedikit). Mungkin saya bakal cari di gudang rumah, karena saya teringat pernah menaruh kartu pos di sana.

Mungkin yang sedang membaca tulisan ini ingin kartu pos (dari saya)? Kabari saja lewat email atau akun fedi saya yang tertera di sini, dan saya akan mengirimkan kartu pos untuk kalian (saya akan memilih kartu pos terbaik yang bisa saya dapat).