Ketika "Podcast" Bukan Lagi Podcast
Kalau dibilang saya suka podcast apa tidak, saya suka podcast.
Saya suka podcast dengan genre komedi yang menghibur dan menggelak tawa, pengembangan diri, atau podcumentary (gabungan dari podcast dan documentary). Podcast yang bagus buat saya adalah podcast yang dapat membawa pendengarnya seakan-akan sedang ngumpul (atau nongkrong) bersama teman dan menyimak percakapan-percakapannya. Selain itu, saya suka podcast yang durasinya tak panjang (tak lebih dari 30 menit per episode).
Definisi Podcast
Pertama kali saya dengar kata podcast adalah pada tahun 2008, saat saya masih SMA. Namun saya baru benar-benar dengar podcast saat saya berkuliah beberapa tahun kemudian.
Sederhananya, kata podcast adalah gabungan dari kata "iPod" dan "Broadcast", dan seingat saya diperkenalkan saat iPod Classic generasi kelima rilis.

iPod Classic generasi kelima, dengan Podcasts pada menu utamanya.
Berikut adalah definisi podcast, dari kamus Oxford Learner's Pocket Dictionary, edisi keempat, tahun 2008 (kamus yang saya punya):
Podcast: recording of something that you can download from the Internet and listen to on a computer or MP3 player.
Lalu, berikut definisi podcast dari kamus Merriam-Webster:
Podcast: a program (as of music or talk) made available in digital format for automatic download over the Internet.
Dari dua definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa podcast adalah program (lagu maupun percakapan) dalam format digital yang dapat diunduh di Internet dan dapat didengarkan melalui komputer, smartphone, iPod, hingga MP3 player.
Podcast Saat Ini
Podcast saat ini menurutku sudah menyimpang dari definisi awal.
Pertama, saat ini banyak podcast mulai menggunakan format video. Buat saya, media podcast hanyalah dalam bentuk suara, bukan suara ditambah dengan video. Podcast dengan media seperti itu lebih baik disebut "Vlog", bukan "podcast". Saya hanya ingin dengar apa yang kalian bahas, bukan menonton.
Selain itu, tak sedikit pula podcast yang hanya eksklusif di satu platform, tak lagi dapat diunduh, dan tak mendukung RSS. Anggap saja ada podcast "A". Pada awalnya ia menyebarkan podcast-nya di banyak platform, dapat diunduh, dan mendukung RSS. Namun, setelah beberapa tahun berselang (dan mereka terkenal), mereka memutuskan untuk menaruhnya di satu platform saja (alias eksklusif di platform tersebut), tak lagi dapat diunduh, dan mematikan fitur RSS-nya. Kalau dibilang kecewa, saya kecewa. Namun, sebagai pendengar saya bisa apa? Podcaster juga butuh uang.
Jadi, apa makna podcast menurut kalian?