Hiki's Lifelog

Music of the Day: 26 August 2026

~1 minute read

Music of the day (26 August 2026):

come again, by m-flo

Commentary:

Selamat datang di Music of the Day, edisi ketujuh. Maaf baru bisa update lagi.

Di edisi kali ini, lagu yang saya pilih adalah come again, dari m-flo. Lagu yang menurut saya tetap enak didengar walau zaman berganti sekalipun.

Walau lagu ini sudah berumur 25 tahun, saya masih ingat samar-samar pertama kali saya tahu lagu ini. Saat itu tahun 2002, saya masih SD kala itu. Saya pertama kali melihat MV ini dari acara musik MTV, dan saya langsung suka. Beberapa tahun kemudian, sekitar tahun 2009, saya kesampaian membeli album EXPO EXPO-nya m-flo dan dengar lagu ini berulang-ulang.

Sekian Music of the Day pada hari ini. Nantikan edisi selanjutnya juga, ya (asal saya tak malas update).

Weeknotes: 33-2026

~1 minute read

Di minggu ini, saya pergi ke psikiater untuk kontrol bulanan. Tentu saja, saya menyampaikan semua uneg-uneg saya selama sebulan terakhir: kesulitan tidur di malam hari, keinginan untuk mengundurkan diri dari kelas Engineering, rasa duka atas kehilangan Bapak yang muncul kembali, hingga keinginan mengakhiri hidup. Saya sampaikan semua hal tersebut hingga mata saya berkaca-kaca, karena tak tahu harus bagaimana menjalani hidup dengan semua perasaan tersebut. Setelah menyampaikan semuanya, saya merasa sedikit lega, dan dokter pun juga mendengarkan cerita saya dengan penuh minat (dan sesekali memberi saran). Selain pergi ke psikiater, hal utama yang saya lakukan adalah saya izin kelas Engineering sebanyak dua pertemuan dengan alasan sakit (kondisi mental terpuruk bisa dibilang sakit, bukan?) dan menghabiskan sebagian besar waktu dengan mendengarkan lagu sambil rebahan (dan bengong).

Lalu, di minggu ini saya menghabiskan dua light novel, yaitu The Amazing Village Creator: Volume 4 dan Campfire Cooking in Another World with My Absurd Skill: Volume 17. Novel ringan yang dapat saya selesaikan kurang dari sehari. Bagaimana dengan buku Teka-Teki Rumah Aneh atau Strange Houses yang saya pinjam? Belum saya sentuh sama sekali.

Sekian Weeknotes di minggu ke-33, tahun 2026.

Sampai jumpa di Weeknotes selanjutnya.

Music of the Day: 12 August 2026

~1 minute read

Music of the day (12 August 2026):

Automatic, by 宇多田ヒカル (Utada Hikaru)

Commentary:

Selamat datang di Music of the Day, edisi keenam.

Di edisi kali ini, lagu yang saya pilih adalah Automatic, oleh Utada Hikaru.

Lagu ini rilis pada 9 Desember 1998 sebagai single, dan pada tahun 1999 masuk ke dalam album debutnya yang berjudul First Love, di mana album ini berhasil memuncaki chart di Jepang, maupun di luar Jepang. Buat saya, lagu ini terasa sangat modern sekali kalau dipikir-pikir (dibandingkan musik J-Pop pada masa itu), baik dari lagu maupun MV-nya. Wajar jika lagu ini (dan album debut-nya) merajai chart pada kala itu.

Sekian Music of the Day pada hari ini. Nantikan edisi selanjutnya juga, ya.

Weeknotes: 32-2026

~1 minute read

Singkat saja.

Di awal minggu, saya kembali bermain Stardew Valley sebagai pelampiasan karena tak bisa mengerjakan UTS dengan baik. Saya buat karakter baru, dengan tipe kebun yang berbeda dari sebelumnya. Ya, saya mulai dari awal lagi, dari tahun pertama. Singkat cerita, saya bermain Stardew Valley hingga akhir pekan. Lalu, di hari Jumat saya memasang SSD bekas ke STB lalu saya sambungkan ke Navidrome. Sekarang, Navidrome saya dapat menampung lagu hingga 100 GB lebih (yeay!). Soal kondisi mental, tidak bisa dibilang baik. Saya terkadang masih kepikiran soal mencari pekerjaan, cara mengakhiri hidup, dan Bapak yang sudah tiada. Selain itu, jam tidur saya makin rusak, dan menyebabkan banyak kegiatan harus saya batalkan secara sepihak karena hal tersebut.

Selain dua hal tersebut, di minggu ini pula saya telah selesai baca buku After the Quake, karya Haruki Murakami. Kumpulan cerita pendek yang cukup menyenangkan. Setelah selesai baca di hari Selasa, saya pun mengembalikan buku tersebut dan kembali meminjam buku yang lain. Buku yang saya pinjam pada minggu ini adalah Teka-Teki Rumah Aneh atau Strange Houses, karya Uketsu. Selain buku ini, saya pun membaca buku karya Lin Yi-Han yang berjudul Fang Si-Chi's First Love Paradise.

Sekian Weeknotes di minggu ke-32, tahun 2026. Sedikit sekali kegiatan saya, bukan?

Sampai jumpa di Weeknotes selanjutnya.

Ketika "Podcast" Bukan Lagi Podcast

3 minutes read

Kalau dibilang saya suka podcast apa tidak, saya suka podcast.

Saya suka podcast dengan genre komedi yang menghibur dan menggelak tawa, pengembangan diri, atau podcumentary (gabungan dari podcast dan documentary). Podcast yang bagus buat saya adalah podcast yang dapat membawa pendengarnya seakan-akan sedang ngumpul (atau nongkrong) bersama teman dan menyimak percakapan-percakapannya. Selain itu, saya suka podcast yang durasinya tak panjang (tak lebih dari 30 menit per episode).

Definisi Podcast

Pertama kali saya dengar kata podcast adalah pada tahun 2008, saat saya masih SMA. Namun saya baru benar-benar dengar podcast saat saya berkuliah beberapa tahun kemudian.

Sederhananya, kata podcast adalah gabungan dari kata "iPod" dan "Broadcast", dan seingat saya diperkenalkan saat iPod Classic generasi kelima rilis.

iPod Classic 5th gen

iPod Classic generasi kelima, dengan Podcasts pada menu utamanya.

Berikut adalah definisi podcast, dari kamus Oxford Learner's Pocket Dictionary, edisi keempat, tahun 2008 (kamus yang saya punya):

Podcast: recording of something that you can download from the Internet and listen to on a computer or MP3 player.

Lalu, berikut definisi podcast dari kamus Merriam-Webster:

Podcast: a program (as of music or talk) made available in digital format for automatic download over the Internet.

Dari dua definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa podcast adalah program (lagu maupun percakapan) dalam format digital yang dapat diunduh di Internet dan dapat didengarkan melalui komputer, smartphone, iPod, hingga MP3 player.

Podcast Saat Ini

Podcast saat ini menurutku sudah menyimpang dari definisi awal.

Pertama, saat ini banyak podcast mulai menggunakan format video. Buat saya, media podcast hanyalah dalam bentuk suara, bukan suara ditambah dengan video. Podcast dengan media seperti itu lebih baik disebut "Vlog", bukan "podcast". Saya hanya ingin dengar apa yang kalian bahas, bukan menonton.

Selain itu, tak sedikit pula podcast yang hanya eksklusif di satu platform, tak lagi dapat diunduh, dan tak mendukung RSS. Anggap saja ada podcast "A". Pada awalnya ia menyebarkan podcast-nya di banyak platform, dapat diunduh, dan mendukung RSS. Namun, setelah beberapa tahun berselang (dan mereka terkenal), mereka memutuskan untuk menaruhnya di satu platform saja (alias eksklusif di platform tersebut), tak lagi dapat diunduh, dan mematikan fitur RSS-nya. Kalau dibilang kecewa, saya kecewa. Namun, sebagai pendengar saya bisa apa? Podcaster juga butuh uang.

Jadi, apa makna podcast menurut kalian?

Music of the Day: 6 August 2026

3 minutes read

Music of the day (6 August 2026):

War, by Edwin Starr

Commentary:

Selamat datang di Music of the Day, edisi kelima. Tak terasa, ya.

Di edisi kali ini, saya memilih lagu War, oleh Edwin Starr.

Kenapa saya pilih lagu ini?

Pertama, hari ini adalah peringatan ke-81 tahun di mana bom atom pertama kali dijatuhkan di Hiroshima, Jepang. Tanggal 6 Agustus adalah salah satu tanggal yang penting dalam diri saya, dan akan selalu saya ingat, karena sejak hari itu, peperangan tak lagi sama. Pada tahun lagu ini rilis, Perang Vietnam berkecamuk, dan lagu ini dibuat sebagai kritik atas hal tersebut. Di tahun ini, konflik antara US dan Israel dengan Iran memanas, dan beberapa tahun sebelumnya konflik antara Rusia dan Ukraina dimulai (yang bahkan sampai saat ini belum terlihat adanya kesepakatan damai antara keduanya). Jangankan konflik tersebut, situasi regional saja (ASEAN) tak kalah genting, seperti perang saudara di Myanmar, serta konflik di daerah perbatasan antara Thailand dan Kamboja yang terjadi pada tahun lalu. Tak akan ada hal baik yang terjadi, baik itu saat perang maupun sesudahnya. Hanya penderitaan dan kehancuran. Saya berharap agar konflik yang sedang terjadi saat ini dapat berakhir, dan dunia kembali damai (saya tahu kedengarannya sulit, namun saya yakin hal tersebut dapat terjadi suatu hari).

Kedua, walaupun lagu ini bukan original song (lagu original-nya pertama kali dibuat oleh The Temptations), lagu ini vibe-nya terasa lebih enerjik dan emosional, dan rasanya bisa diterima buat semua kalangan (baik pada saat lagu ini awal rilis hingga sekarang ini). Liriknya tak kalah menohok, menyentuh, dan benar adanya.

Sekian Music of the Day pada hari ini. Nantikan edisi selanjutnya juga, ya.

Music of the Day: 5 August 2026

2 minutes read

Music of the day (5 August 2026):

ビザールラヴ (Bizarre Love), by Natsudaidai

Commentary:

Selamat datang di Music of the Day, edisi keempat. Sudah tiga hari berturut-turut saya menulis Music of the Day (karena lagi nggak ada ide menulis yang lain).

Lagu yang saya pilih pada hari ini adalah ビザールラヴ (Bizarre Love), oleh Natsudaidai.

Kenapa pilih lagu ini? Alasannya sangat simpel: tak sengaja lewat di timeline sosial media saya, dan saya langsung suka sama lagu-lagunya. Sebagai informasi, "Natsudaidai" adalah grup yang beranggotakan dua orang, yaitu Yoo sebagai vokalis, dan Nanae sebagai trackmaker. Mereka debut di tahun 2023 dan hingga saat ini sudah merilis tiga EP (dan 10+ single), di mana EP terbaru mereka, "Micro Dance" baru saja rilis pada 10 Juni lalu.

Untuk lebih lengkapnya, kalian bisa mengunjungi situs official mereka di https://natsudaidai.fanpla.jp.

Sekian Music of the Day pada hari ini. Nantikan edisi selanjutnya juga, ya.

Music of the Day: 4 August 2026

~1 minute read

Music of the day (4 August 2026):

いつから (Itsu kara), by Iny

Commentary:

Selamat datang di Music of the Day, edisi ketiga.

Lagu yang saya pilih hari ini adalah いつから (Itsu kara), oleh Iny.

Simpel saja alasannya: pertama, lagu ini saya temukan baru saja di Tokyo FM. Entah kenapa, buat saya, saya sering dapat lagu yang menurut saya enak didengar di stasiun radio Jepang dibandingkan stasiun radio negara sendiri, entah itu J-Pop, maupun Jazz (yang mana adalah genre favorit saya). Kedua, ia merupakan artis yang baru saya ketahui, dan inilah pertama kalinya saya dengar lagu dari Iny. Lagu yang saya suka dalam sekali dengar, dan ingin rasanya mendengar lagu ini berulang-ulang.

Sekian Music of the Day pada hari ini. Nantikan edisi selanjutnya juga, ya.

Music of the Day: 3 August 2026

2 minutes read

Music of the day (3 August 2026):

DANCE LIKE NO ONE’S WATCHING, by Pixie Lott

Commentary:

Selamat datang di Music of the Day, edisi kedua.

Kali ini, lagu yang saya pilih adalah DANCE LIKE NO ONE’S WATCHING, oleh Pixie Lott.

Kenapa saya memilih lagu ini?

Pertama, lagu ini baru saja saya temukan di salah satu program radio favorit saya, The Guy Perryman Show, tadi pagi. Sekilas info, lagu ini adalah single terbaru Pixie Lott yang rilis pada 9 Juli lalu, jadi masih fresh.

Kedua, kalau bicara mengenai bulan Agustus, yang terpikir oleh saya adalah musim panas serta kegiatan yang penuh energi. Dan lagu ini rasanya pas sekali menjadi anthem sekaligus mood booster song untuk musim panas kali ini.

Sekian Music of the Day pada hari ini. Nantikan edisi selanjutnya juga, ya.

Weeknotes: 31-2026

2 minutes read

Di minggu ini, salah seorang dari keluarga besar (om saya) menghembuskan nafas terakhirnya. Ia wafat dengan raut tenang, didampingi oleh keluarga.

Saat mendengar kabar ini, saya dan Ibu langsung menangis, karena om adalah orang yang baik sekali. Tak hanya itu, mendengar kabar ini juga, mengingatkan saya pada Bapak yang wafat pada Mei lalu. Rasanya, tahun ini banyak kabar duka datang dari keluarga besar, mulai dari nenek di rumah sebelah (yang juga keluarga besar saya) yang wafat pada bulan April lalu, lalu Bapak sebulan kemudian, kemudian salah satu kakak dari keluarga besar juga wafat pada dua minggu yang lalu, serta om saya.

Lalu, seminggu belakangan ini kehidupan saya hanya berkutat dengan belajar untuk UTS pada kelas Engineering dan mencoba memperbaiki jam tidur.

Di minggu ini, jam tidur saya masih berantakan. Ada kalanya saya bisa tidur sebelum pukul 22 malam, dan ada kalanya saya baru tertidur pada pukul 2 pagi. Mengenai UTS, dari skala kesulitan 1 sampai 10 (1 untuk sangat susah dan 10 untuk sangat gampang), mungkin ada pada nilai 4. Soal pilihan ganda saya banyak melakukan kesalahan, dan soal esai hanya jawab sekenanya (mungkin bisa dibilang, apa yang terlintas di kepala, itulah yang saya tulis). Intinya UTS kali ini rasanya payah. Entahlah, apakah saya bisa lulus dari kelas Engineering ini atau tidak.

Lalu di minggu ini, saya telah selesai baca buku The City and Its Uncertain Walls Karya Haruki Murakami. Buku ini langsung masuk ke dalam top 5 buku terbaik dari Murakami versi saya. Saat ini saya sedang membaca buku After the Quake, juga dari Haruki Murakami. Buku yang termasuk tipis, namun sampai hari ini saya masih belum dapat menyelesaikannya.

Sekian Weeknotes di minggu ke-31, tahun 2026.

Sampai jumpa di Weeknotes selanjutnya.